Trump Umumkan 3 Pekan Perpanjangan Gencatan Senjata Lebanon–Israel Ditengah Pelanggaran
Perpanjangan dilakukan setelah pembicaraan di Gedung Putih, sementara pelanggaran gencatan senjata oleh Israel terus berlangsung di lapangan.
Lebanon, FAKTAGLOBAL.COM — Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata antara Lebanon dan “Israel” selama tiga pekan setelah pembicaraan yang berlangsung di Gedung Putih.
Perpanjangan ini menyusul gencatan senjata selama 10 hari yang mulai berlaku pekan lalu. Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil setelah pertemuan antara pejabat Lebanon dan Israel di Oval Office, yang ia sebut berjalan “sangat baik.”
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, bersama perwakilan AS dan kawasan.
AS Isyaratkan Peran di Lebanon
Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Lebanon “untuk membantunya melindungi diri dari Hizbullah.”
“Mereka memang harus memikirkan Hizbullah,” katanya. “Kami akan bekerja sama dengan Lebanon untuk membereskan situasi di negara itu.”
Ia juga menyebut pembicaraan tersebut sebagai momen yang “sangat bersejarah” dan mengatakan bahwa ia menantikan untuk menjadi tuan rumah bagi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun.
Wakil Presiden Vance menggambarkan perpanjangan gencatan senjata itu sebagai “momen besar dan bersejarah,” serta menyatakan bahwa hal itu “tidak akan terjadi tanpa keterlibatan langsung presiden.”
Pelanggaran Terus Berlanjut
Perpanjangan ini terjadi di tengah pelanggaran berkelanjutan terhadap kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 17 April.
Pada Rabu, pasukan Israel melancarkan serangan ke kota al-Tiri di Lebanon selatan, yang mengakibatkan gugurnya tiga orang, termasuk jurnalis Al-Akhbar Amal Khalil, menurut media Lebanon.
Pada saat yang sama, “Israel” berupaya memberlakukan zona penyangga di Lebanon selatan yang oleh pejabatnya disebut sebagai “Garis Kuning.”
Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri menolak usulan tersebut.
“Tidak ada garis kuning, tidak ada garis merah, tidak ada garis hijau… tidak ada garis yang berlaku bagi kami, dan kami tidak dapat menerimanya dalam bentuk apa pun,” ujarnya.
Perlawanan Merespons Pelanggaran
Hizbullah telah melancarkan serangkaian operasi balasan sebagai respons terhadap lebih dari 200 pelanggaran gencatan senjata oleh Israel, dengan menargetkan posisi militer di Lebanon selatan. (FG)


