UEA Bayar 6 Juta Dolar untuk Mengubur Laporan Terkait Epstein dan Petinggi Emirat
Investigasi NYT mengungkap Abu Dhabi menggelontorkan jutaan dolar untuk menekan laporan daring yang menghubungkan pejabat senior Emirat dengan Jeffrey Epstein dan jaringan dugaan perdagangan seks
Amerika Serikat, FAKTAGLOBAL.COM — Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan membayar lebih dari 6 juta dolar AS kepada sebuah perusahaan manajemen reputasi yang berbasis di Amerika Serikat dalam upaya menekan laporan-laporan daring yang menghubungkan pejabat senior Emirat dengan skandal Jeffrey Epstein.
Pengungkapan ini berasal dari investigasi terbaru oleh The New York Times, yang menyoroti dunia tersembunyi perusahaan-perusahaan manajemen reputasi—sebuah industri bernilai jutaan dolar yang mengkhususkan diri dalam mengubur laporan kontroversial di hasil pencarian Google dan membangun kembali citra publik para klien berpengaruh.
Di Balik Industri Manajemen Reputasi
Menurut laporan tersebut, perusahaan Amerika bernama Trackit disewa untuk memanipulasi hasil pencarian dan mendorong artikel-artikel yang merugikan ke posisi yang lebih rendah di Google.
Investigasi itu juga merinci bagaimana Trackit berupaya mengaburkan hubungan antara Catherine Rummler dan Jeffrey Epstein. Rummler, yang pernah menjabat sebagai Penasihat Hukum Gedung Putih pada masa Presiden Barack Obama, menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai pertemuan-pertemuannya yang berulang dengan Epstein.
Dokumen internal dan rekaman audio yang diperoleh The New York Times menunjukkan bahwa pada tahun 2024, Trackit meluncurkan kampanye besar-besaran untuk memperbaiki profil daring Rummler. Perusahaan itu membuat situs pribadi, memproduksi konten positif, dan merekayasa hasil pencarian dengan tujuan agar sedikitnya 80 persen dari 30 hasil teratas Google tentang dirinya bersifat netral atau positif.
Namun, sejumlah karyawan dilaporkan mulai meragukan klaim bahwa Rummler “sepenuhnya tidak bersalah” setelah menelaah dokumen terkait hubungannya dengan Epstein. Salah satu anggota tim akhirnya mengundurkan diri.
UEA dan Yousef Al Otaiba Menjadi Klien Utama
The New York Times lebih lanjut mengungkap bahwa Uni Emirat Arab dan Yousef Al Otaiba termasuk di antara klien terbesar Trackit.
Dengan imbalan lebih dari 6 juta dolar AS, perusahaan tersebut berupaya menghapus laporan-laporan yang menghubungkan Al Otaiba dengan jaringan korupsi dan perdagangan seks dari posisi teratas hasil pencarian Google.
Untuk mencapai tujuan itu, Trackit diduga menggunakan berbagai metode seperti menyunting Wikipedia, memproduksi konten pesanan, dan membangun jaringan laman web yang menguntungkan klien. Sebagian dari operasi tersebut dilaporkan dilakukan melalui akun anonim dan palsu.
Manipulasi Narasi Daring
Investigasi terbaru The New York Times kembali menyoroti besarnya pengaruh perusahaan manajemen reputasi dalam membentuk opini publik dan mengendalikan narasi di dunia maya.
Para kritikus menilai bahwa industri ini semakin mengaburkan batas antara hubungan masyarakat yang sah, manipulasi informasi, dan upaya sistematis untuk menyembunyikan fakta-fakta yang merugikan. (FG)


