UKMTO: Selat Hormuz Jadi Jalur Pelayaran Paling Berbahaya di Dunia
Peringatan ini muncul meski Presiden Trump berulang kali menjanjikan jalur aman di Selat Hormuz, jaminan yang semakin tidak dipercayai perusahaan pelayaran global
West Asia, FAKTAGLOBAL.COM — United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) menyatakan bahwa Selat Hormuz kini menjadi tempat paling berbahaya di dunia bagi pelayaran komersial, seraya memperingatkan perusahaan maritim agar menerapkan “kehati-hatian ekstrem” ketika memasuki Teluk Persia di tengah ancaman keamanan yang meningkat pesat.
Dalam peringatan resmi yang dirilis Selasa, UKMTO menyatakan bahwa tingkat ancaman keamanan di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya tetap berada pada level tertinggi — diklasifikasikan sebagai “kritis”.
Peringatan tersebut muncul meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali menjanjikan keamanan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz, jaminan yang kini semakin tampak tidak dipercayai oleh perusahaan-perusahaan pelayaran besar dunia.
Tingkat Ancaman Kritis di Hormuz
Menurut otoritas maritim Inggris tersebut, Angkatan Laut Amerika Serikat pada Selasa menghadapi berbagai ancaman yang menunjukkan meningkatnya tingkat bahaya bagi kapal-kapal yang beroperasi di kawasan itu.
Peringatan tersebut juga mengonfirmasi bahwa sebuah kapal kargo di dalam Selat Hormuz terkena hantaman proyektil tak dikenal.
“Besarnya kerusakan dan dampak lingkungan akibat serangan tersebut masih belum diketahui secara penuh,” bunyi pernyataan itu.
UKMTO lebih lanjut mengungkapkan bahwa lalu lintas komersial di Selat Hormuz telah turun tajam jauh di bawah rata-rata historis harian sekitar 138 kapal, karena banyak perusahaan pelayaran internasional kini menghindari pengiriman kapal melalui jalur perairan strategis tersebut.
Otoritas itu juga merilis data terbaru insiden yang terjadi sejak akhir Februari hingga 5 Mei 2026:
Total insiden yang dilaporkan: 45
Serangan langsung: 25
Aktivitas mencurigakan: 18
Penyitaan kapal: 2
Kapal Kargo Prancis Dilaporkan Diserang Dekat Dubai
Sementara itu, rincian baru juga muncul terkait serangan terhadap sebuah kapal kargo di dekat Dubai.
Menurut sejumlah pejabat Amerika Serikat yang berbicara kepada CBS News, sebuah rudal jelajah berbasis darat menghantam kapal kargo di kawasan Teluk Persia dan menyebabkan beberapa awak kapal terluka.
Dua pejabat Amerika Serikat mengatakan kepada CBS News bahwa sejumlah awak kapal asal Filipina terluka setelah kapal tersebut dihantam rudal jelajah darat-ke-laut.
Kapal tersebut diidentifikasi sebagai “CMA CGM San Antonio” milik perusahaan Prancis dan dilaporkan diserang pada Selasa malam di dekat Dubai.
Data pelacakan kapal publik menunjukkan kapal itu berada di dekat Dubai hingga Selasa siang, meskipun posisi terkininya masih belum diketahui.
Krisis Maritim Semakin Memburuk
UKMTO menyatakan bahwa sejak Minggu saja, sedikitnya tiga insiden maritim tambahan telah dilaporkan di kawasan tersebut, termasuk kebakaran di atas kapal, hantaman proyektil, dan serangan yang melibatkan perahu-perahu kecil.
Meningkatnya ketidakstabilan ini semakin memperdalam kekhawatiran mengenai masa depan navigasi komersial di Selat Hormuz, salah satu jalur energi dan pelayaran paling strategis di dunia. (FG)


