Ulama Yaman Dukung Iran, Serukan Perlawanan dan Persatuan Lawan AS & Zionis
Badan keagamaan tertinggi Yaman menyatakan dukungan penuh kepada Iran menghadapi tekanan AS, Zionis, dan Barat, serta menyerukan persatuan Islam, sikap terbuka, dan kesiapan menghadapi agresi.
Yaman | FAKTAGLOBAL.COM — Asosiasi Ulama Yaman mengumumkan dukungan dan solidaritas penuhnya kepada Republik Islam Iran dalam menghadapi tekanan dan ancaman Amerika, Zionis, dan Barat, seraya menegaskan bahwa apa yang terjadi merupakan bagian dari penargetan yang lebih luas terhadap umat Islam dan proyek-proyek kemandiriannya.
Dalam sebuah pernyataan, asosiasi tersebut menyerukan kepada para ulama umat Islam untuk menyatakan sikap yang jelas, bersaudara, dan Islami dalam mendukung Iran. Asosiasi menegaskan bahwa tahap saat ini menuntut sikap yang tegas dan bertanggung jawab.
Ditekankan bahwa sikap tersebut harus jauh dari sikap diam atau netral. Seruan ini disampaikan di tengah meningkatnya tantangan dan konspirasi yang menargetkan kekuatan perlawanan dan penolakan di kawasan.
Kesiapsiagaan, Mobilisasi, dan Persatuan Islam Melawan Agresi
Asosiasi Ulama Yaman mendesak saudara-saudara mereka di Republik Islam Iran untuk tetap teguh dan bertahan, serta tidak memberikan konsesi apa pun terhadap tuntutan Amerika Serikat, entitas Zionis, atau Barat.
Asosiasi menegaskan bahwa pihak-pihak tersebut tidak menginginkan apa pun selain menundukkan umat dan merusak kedaulatan serta keputusan independennya.
Pernyataan tersebut menekankan pentingnya menampakkan prinsip loyalitas kepada kaum beriman, serta mengarahkan kompas permusuhan secara jelas kepada musuh-musuh umat.
Di garis terdepan musuh-musuh tersebut, disebutkan, adalah Amerika Serikat dan musuh Zionis. Asosiasi memperingatkan adanya upaya-upaya untuk mengaburkan sikap atau melemahkan hakikat konflik yang sesungguhnya di kawasan.
Asosiasi juga menyerukan kepada umat Islam—baik rezim, rakyat, maupun militernya—untuk keluar dari kondisi diam dan netral yang memalukan. Seruan ini berkaitan dengan apa yang dihadapi umat Islam secara umum, dan Republik Islam Iran secara khusus.
Ditekankan bahwa keberlanjutan sikap diam hanya akan mendorong kekuatan-kekuatan arogan untuk terus melanjutkan agresi dan kebijakan ekspansionis mereka.
Pernyataan tersebut juga menegaskan perlunya meningkatkan tingkat kesiapsiagaan dan persiapan. Asosiasi menyerukan mobilisasi umum dalam kerangka tanggung jawab keagamaan, serta menyeru untuk merespons seruan Al-Qur’an dalam menghadapi tirani dan membela umat. Asosiasi menegaskan bahwa persatuan sikap Islam merupakan benteng utama dalam menghadapi proyek-proyek dominasi dan agresi. (FG)


