Velayati ke Sekjen Hizbullah: Iran Siap Hadapi Setiap Ancaman Eksternal
Penasihat Senior Iran Tekankan Kesatuan Historis Poros Iran–Lebanon dan Kesiapan Tegas Menghadapi Agresi AS dan Israel
Iran | FAKTAGLOBAL.COM — Ali Akbar Velayati, Sekretaris Jenderal Majelis Global Kebangkitan Islam dan penasihat senior Pemimpin Iran, menegaskan bahwa Republik Islam Iran sepenuhnya siap menghadapi setiap ancaman eksternal, seraya menekankan bahwa Teheran tidak memiliki niat untuk melakukan agresi, namun akan merespons secara tegas setiap tindakan bermusuhan.
Velayati menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah surat resmi yang ditujukan kepada Sheikh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah, untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Sayyed Abdul Karim Nasrallah, ayah dari mendiang pemimpin besar perlawanan, Sayyed Hassan Nasrallah.
Belasungkawa dan Pesan Strategis
Dalam pesannya, Velayati menggambarkan almarhum sebagai seorang “mujahid yang sabar dan teguh,” serta menyampaikan belasungkawa pertama-tama kepada Pemimpin Iran, kemudian kepada para pimpinan, ulama, pejuang, dan keluarga besar perlawanan.
Ia menekankan ikatan yang abadi antara Iran dan Hizbullah, seraya mencatat bahwa hubungan tersebut bukanlah bersifat taktis atau sementara, melainkan berakar pada sejarah panjang yang sama dalam aspek keagamaan, intelektual, dan peradaban.
“Hubungan antara Iran dan kaum Syiah Lebanon adalah hubungan yang mendalam dan bersejarah, yang berjalan dalam satu jalur ideologis dan peradaban yang sama,” tulis Velayati.
Ikatan Iran–Lebanon Berakar pada Sejarah, Bukan Politik
Velayati menguraikan keterkaitan historis antara Iran dan komunitas Syiah Jabal Amel, dengan menyoroti hijrahnya para ulama besar dari Lebanon ke Iran pada masa penindasan Utsmani serta peran sentral mereka dalam membentuk institusi keagamaan dan politik Iran.
Ia menegaskan bahwa warisan bersama ini menjadi tulang punggung poros perlawanan saat ini dan menjelaskan kedalaman strategis hubungan Iran–Hizbullah.
“Tidak ada perbedaan esensial antara Iran dan kaum Syiah Lebanon; keduanya berada dalam satu kesinambungan iman, perlawanan, dan misi historis,” ujarnya.
Perlawanan sebagai Keniscayaan Pertahanan
Menyoroti peran Hizbullah, Velayati menegaskan bahwa perlawanan Lebanon merupakan penghalang utama yang mencegah ekspansi dan pendudukan Israel.
“Kaum Syiah Lebanon membentuk pilar utama perlawanan di negara tersebut dan menjadi benteng kokoh melawan rezim Zionis,” tulisnya, seraya memperingatkan bahwa tanpa Hizbullah, Israel akan “melahap Lebanon bahkan lebih mudah daripada Suriah.”
Postur Strategis Iran: Tanpa Agresi, Siap Sepenuhnya
Velayati menutup pesannya dengan sikap strategis yang jelas, menegaskan kembali kesiapan Iran untuk menghadapi kekuatan-kekuatan bermusuhan—khususnya Amerika Serikat dan Israel—sembari menolak segala niat untuk memulai konflik.
“Republik Islam Iran, sebagai pilar utama perlawanan, tidak memiliki niat untuk melakukan agresi terhadap pihak lain,” tegasnya.
“Namun, Iran sepenuhnya siap untuk berdiri menghadapi setiap ancaman dan musuh eksternal—terutama Amerika yang kriminal dan kaki tangan jahatnya, rezim Zionis.”
Ia menyatakan keyakinannya bahwa poros perlawanan pada akhirnya akan meraih kemenangan.
“Kemenangan niscaya akan menjadi milik Poros Perlawanan, insyaallah.”
Pesan Velayati tersebut memadukan ungkapan belasungkawa dengan sinyal strategis, menegaskan kembali ikatan historis Iran dengan Hizbullah, dukungan Iran yang tak tergoyahkan terhadap poros perlawanan, serta kesiapan Iran untuk menghadapi ancaman eksternal tanpa mundur atau berkompromi. (FG)


