Venezuela di DK PBB: AS Terang-terangan Lancarkan Kejahatan Agresi
Duta Besar Samuel Moncada menyatakan blokade laut AS, pencurian minyak, dan perang elektronik mengancam perdamaian regional dan kontinental
Venezuela, FAKTAGLOBAL.COM — Duta Besar Venezuela untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Samuel Moncada, pada Hari Selasa menegaskan bahwa Amerika Serikat secara terbuka mengakui kejahatan agresi, serta mengecam tindakan Washington sebagai pelanggaran terang-terangan hukum internasional dan ancaman langsung terhadap perdamaian di Amerika Latin dan kawasan lain.
Berbicara di hadapan DK PBB dalam sidang bertajuk “Ancaman terhadap Perdamaian dan Keamanan Internasional”, Moncada menegaskan bahwa tindakan AS terhadap Venezuela mencakup blokade laut, pencurian besar-besaran sumber daya nasional, dan perang elektronik—yang seluruhnya merupakan tindakan agresi menurut hukum internasional.
Blokade Trump adalah Kejahatan Agresi
Moncada mengutip pernyataan publik Donald Trump pada 16 Desember, ketika ia menyatakan: “Hari ini saya memerintahkan blokade total dan menyeluruh terhadap semua kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang masuk dan keluar dari Venezuela.”
Menurut diplomat Venezuela tersebut, pernyataan ini merupakan pengakuan eksplisit atas agresi, yang bertujuan untuk “memutar kembali jarum sejarah 200 tahun ke belakang guna memaksakan kekuasaan kolonial atas Venezuela.”
Pasukan AS Lakukan Pencurian Minyak dan Penculikan Awak
Sang duta besar merinci serangkaian insiden di Laut Karibia. Pada 10 Desember, unit militer AS secara paksa menyita kapal dagang yang sah di perairan internasional, menculik awaknya, dan mencuri muatan minyak Venezuela.
Moncada menyebut tindakan tersebut sebagai “pencurian yang dilakukan dengan kekuatan militer”, dan memperingatkan bahwa preseden ini sangat berbahaya bagi navigasi internasional dan perdagangan global—“lebih buruk daripada pembajakan.”
Ia juga mengungkapkan bahwa pada 20 Desember, tanker minyak Venezuela kedua dicegat dalam kondisi serupa di perairan internasional, dengan muatan dirampas dan awak ditahan oleh pasukan AS.
Washington Sinyalkan Kelanjutan Operasi Kriminal
Moncada mencatat bahwa Menteri Perang AS, Pete Hegseth, kemudian mengisyaratkan bahwa operasi semacam ini akan berlanjut, sementara Presiden Trump secara terbuka menyatakan Amerika Serikat akan mempertahankan minyak yang dicuri.
Utusan Venezuela itu mempertanyakan legitimasi klaim Washington untuk menyita lebih dari empat juta barel minyak Venezuela, dan menyebutnya sebagai penjarahan terang-terangan.
“Blokade Laut” untuk Melumpuhkan Ekonomi dan Sosial
Moncada memperingatkan bahwa blokade laut yang dideklarasikan tersebut merupakan tindakan militer pengepungan yang dirancang untuk:
Melumpuhkan kapasitas ekonomi dan militer Venezuela
Merusak kohesi sosial dan politik
Menciptakan kekacauan internal guna memfasilitasi agresi bersenjata eksternal
Ia menekankan bahwa tindakan-tindakan ini secara sengaja meniadakan sarana hidup esensial rakyat Venezuela, yang berarti pelanggaran terhadap hak bangsa untuk eksis.
Perang Elektronik Membahayakan Penerbangan Sipil
Moncada juga mengecam pernyataan Trump pada 29 November yang mendesak maskapai penerbangan memperlakukan wilayah udara Venezuela sebagai “tertutup sepenuhnya.”
Menurut Moncada, deklarasi ini ditegakkan melalui operasi perang elektronik yang dipimpin AS, dengan tujuan membutakan sistem navigasi pesawat sipil yang terbang di atas dan sekitar Venezuela, untuk memicu insiden keamanan.
Ia memperingatkan bahwa intervensi militer AS di wilayah udara Karibia nyaris menyebabkan dua bencana penerbangan besar, ketika pesawat sipil AS hanya terpaut beberapa detik dari tabrakan dengan pesawat militer AS. Bahaya ini, tegasnya, juga meluas ke wilayah udara tetangga, termasuk Antilles Belanda.
Provokasi Rekayasa untuk Membenarkan Perang
Moncada memperingatkan bahwa pelanggaran militer AS ke dalam wilayah informasi penerbangan Venezuela tanpa pemberitahuan merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk merekayasa konfrontasi langsung, sehingga Washington dapat secara keliru mengklaim Pasal 51 Piagam PBB dengan dalih “pembelaan diri.”
“Pihak agresor,” kata Moncada, “membutuhkan narasi propaganda untuk menampilkan dirinya sebagai korban demi melancarkan konflik bersenjata.”
Venezuela Peringatkan Rencana Kontinental yang Lebih Luas
Sang duta besar menegaskan bahwa Venezuela hanyalah target pertama dari strategi imperialis yang lebih luas untuk memecah dan mendominasi benua “bagian demi bagian.”
Ia mengaitkan kebijakan tersebut dengan Strategi Keamanan Nasional Washington, menyebutnya sebagai kebangkitan modern Doktrin Monroe, yang kini diperkeras melalui apa yang ia sebut “Korelari Trump.”
“Ancamannya Bukan Venezuela—Melainkan Pemerintah AS”
Meski eskalasi terus meningkat, Moncada menegaskan Venezuela akan tetap tenang dan teguh dalam membela perdamaian.
“Ancaman itu bukan Venezuela. Ancaman itu adalah pemerintah Amerika Serikat,” ujarnya, seraya menekankan bahwa tindakan-tindakan yang terdokumentasi tersebut merupakan proses agresi terakumulasi dengan dampak destruktif yang terus membesar.
Dengan Amerika Latin telah mendeklarasikan dirinya sebagai zona damai sejak 2014, Moncada memperingatkan bahwa tindakan AS membahayakan bukan hanya Venezuela, tetapi stabilitas seluruh kawasan. (FG)


