Venezuela : Tak Ada Minyak Gratis atau Curian untuk Kekuatan Asing
Delcy Rodríguez mengecam klaim AS atas industri minyak Venezuela, menegaskan komitmen membela kedaulatan dan kemerdekaan nasional
Venezuela, FAKTAGLOBAL.COM — Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez pada Rabu, 17 Desember, menegaskan bahwa Venezuela tidak akan membiarkan minyaknya “diberikan secara gratis atau dicuri” oleh kekuatan asing mana pun, seraya menolak keras pernyataan terbaru pejabat Amerika Serikat terkait sektor energi negara tersebut.
Pernyataan Rodríguez disampaikan menyusul klaim sejumlah pejabat senior White House yang menyatakan bahwa Amerika Serikat membangun industri minyak Venezuela dan menyebut nasionalisasi sektor tersebut pada 1976 sebagai “pencurian terbesar” dalam sejarah AS.
Rodríguez: “Era Penjarahan dan Perampokan Tidak Akan Kembali”
Dalam pesan yang dipublikasikan melalui kanal Telegram resminya, Rodríguez menyatakan:
“Tidak akan ada minyak yang diberikan secara gratis atau dicuri untuk kekuatan asing mana pun. Kami akan tetap bebas dan merdeka dalam hubungan energi kami. Bersama Presiden Nicolás Maduro, kami akan terus membela Tanah Air. Era penjarahan dan perampokan tidak akan kembali.”
Pernyataan tersebut secara langsung menanggapi klaim AS atas sumber daya energi Venezuela, serta menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kedaulatan dan kekayaan minyak nasional.
Industri Minyak Venezuela Mendahului Klaim AS
Rodríguez juga menyoroti bahwa perusahaan minyak pertama Venezuela, Petrolia del Táchira, didirikan pada 1878 dan dioperasikan sepenuhnya oleh tenaga kerja Venezuela, menegaskan peran historis independen negara tersebut dalam membangun industri energinya.
Ia menambahkan bahwa periode ketika Amerika Serikat menguasai Venezuela melalui apa yang ia sebut sebagai “pemerintahan boneka” telah berakhir di bawah kepemimpinan mendiang Presiden Hugo Chávez.
Pejabat AS Membenarkan Langkah Blokade
Pada hari yang sama, Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller mengklaim bahwa Amerika Serikat menciptakan industri minyak Venezuela dan menyebut nasionalisasi 1976 sebagai tindakan pencurian historis.
Miller menyampaikan pernyataan tersebut melalui platform media sosial X saat membela keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memerintahkan blokade total terhadap seluruh kapal tanker minyak yang dikenai sanksi dan keluar-masuk Venezuela.
Pemerintah Venezuela menggambarkan langkah dan pernyataan AS tersebut sebagai upaya bermusuhan untuk membenarkan tekanan terhadap sektor energi dan kedaulatan nasional Venezuela. (FG)


