Zionis Bajak Armada Sumoud, Culik 430 Aktivis Pro-Palestina
Rezim Zionis mencegat dan menguasai seluruh kapal Armada Sumoud yang berlayar untuk memecahkan blokade Gaza, sementara Israel juga secara resmi menyita 11 kapal dan perahu yang sebelumnya dirampas
Palestina, FAKTAGLOBAL.COM — Rezim Zionis telah menyita seluruh kapal yang tergabung dalam Armada Samoud dan menahan 430 aktivis pro-Palestina yang berada di atasnya, dalam tindakan yang secara luas dikecam sebagai pembajakan maritim yang terang-terangan.
Armada tersebut, yang juga dikenal sebagai “Armada Keteguhan,” sedang menuju pesisir Jalur Gaza dalam upaya memecahkan blokade Israel dan menyampaikan pesan simbolis solidaritas kepada rakyat Palestina yang terkepung.
Media-media berbahasa Ibrani melaporkan bahwa angkatan laut Zionis mencegat dan mengambil alih seluruh kapal yang ikut dalam misi tersebut. Channel 14 mengakui bahwa angkatan laut Israel telah sepenuhnya menguasai seluruh kapal dalam armada tersebut.
Kementerian Luar Negeri Israel juga secara resmi mengonfirmasi operasi itu, dengan mengakui bahwa semua kapal telah disita dan 430 aktivis dipindahkan ke kapal-kapal milik rezim pendudukan.
Putusan Pengadilan Israel Sebelumnya Menyita 11 Kapal Armada
Dalam perkembangan terkait, sebuah pengadilan Israel menyetujui penyitaan permanen terhadap 11 kapal dan perahu yang dirampas dari Armada Samoud pada Oktober 2025.
Menurut Israel Hayom, pengadilan menerima permintaan pemerintah untuk mengalihkan kepemilikan kapal-kapal yang disita kepada rezim Israel, yang secara efektif melegalkan apa yang oleh para pengkritik disebut sebagai pencurian terang-terangan terhadap kapal-kapal kemanusiaan dan solidaritas.
Kapal-kapal yang disita itu kemudian secara resmi didaftarkan sebagai milik rezim pendudukan.
Kecaman Internasional
Penyitaan armada tersebut memicu kecaman luas dari para aktivis internasional dan gerakan perlawanan Palestina, yang menggambarkan operasi itu sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan kebebasan navigasi.
Armada Samoud membawa ratusan aktivis dari berbagai negara yang berupaya menantang blokade Gaza dan menarik perhatian dunia terhadap bencana kemanusiaan yang ditimbulkan oleh pengepungan Israel.
Serangan terbaru ini menegaskan tekad rezim Zionis untuk menggagalkan setiap upaya internasional dalam memecahkan blokade Gaza dan menyampaikan solidaritas kepada rakyat Palestina. (FG)



