Putin: Zelensky adalah “Artis Berbakat”
“Mengapa hanya berdiri di ambang pintu? Masuklah ke dalam rumah, jika Kupyansk memang berada di bawah kendali mereka?” ujar Putin.
Rusia, FAKTAGLOBAL.COM — Presiden Rusia Vladimir Putin menepis aksi video terbaru Ukraina, Vladimir Zelensky, sebagai teater politik, dengan menyebut pemimpin Kiev itu sebagai “seniman berbakat” yang penampilannya terlepas dari realitas di medan tempur.
Berbicara dalam konferensi pers akhir tahun, Putin mengomentari sebuah video yang dipublikasikan Zelensky di dekat sebuah struktur penanda pintu masuk Kota Kupyansk di Wilayah Kharkov, Ukraina. Rekaman tersebut dimaksudkan untuk membantah laporan militer Rusia bahwa kota itu telah sepenuhnya dikuasai Moskow.
“Dia seorang artis, artis yang berbakat — saya mengatakan ini tanpa sarkasme,” kata Putin, merujuk pada latar belakang Zelensky sebagai komedian dan penghibur.
Video Kupyansk Terbongkar sebagai Pertunjukan Simbolik
Putin mencatat bahwa klaim yang beredar di dunia maya menyebutkan video tersebut kemungkinan direkam beberapa pekan sebelumnya, berdasarkan ketidaksesuaian antara lokasi yang ditampilkan dan rekaman lain yang kemudian diambil oleh blogger Ukraina di tempat yang sama.
Ia menegaskan tidak akan mengonfirmasi maupun membantah keaslian video tersebut, seraya menekankan bahwa hal itu tidak relevan dari sudut pandang militer.
“Mengapa hanya berdiri di ambang pintu? Masuklah ke dalam rumah, jika Kupyansk memang berada di bawah kendali mereka?” ujar Putin.
Presiden Rusia itu menambahkan bahwa wilayah sekitar Kupyansk dipenuhi drone pengintaian dan serangan dari kedua pihak, sehingga kota tersebut sangat berbahaya untuk didekati — semakin melemahkan kredibilitas aksi-aksi publisitas yang dipentaskan.
Rusia Memegang Inisiatif, Ukraina Kehabisan Cadangan
Putin menegaskan bahwa pasukan Rusia terus mempertahankan inisiatif strategis di sepanjang garis depan dan akan terus maju, meskipun Barat tak henti-hentinya mengirimkan persenjataan dan melancarkan kampanye propaganda.
Ia menyatakan bahwa pasukan Ukraina semakin berada dalam posisi yang merugikan dan kekurangan cadangan strategis, setelah mengalami kerugian besar dalam upaya berulang untuk menghambat laju Rusia.
“Ini adalah unsur penting yang saya harap akan mendorong rezim Kiev untuk menyelesaikan perbedaan dan mengakhiri konflik ini melalui cara-cara damai,” kata Putin.
Pernyataan ini bertolak belakang dengan narasi yang didukung AS, yang menggambarkan Ukraina seolah mampu membalikkan realitas medan tempur melalui pencitraan media alih-alih kekuatan material.
Putin Tawarkan Opsi Pemilu Bersyarat — Barat Kembali Terbongkar
Putin juga menyinggung krisis legitimasi politik Ukraina, dengan menawarkan proposal bersyarat terkait pemilu.
Moskow akan mempertimbangkan untuk menahan diri dari serangan jarak jauh ke dalam wilayah Ukraina pada hari pemungutan suara hanya jika jutaan warga negara Ukraina yang saat ini tinggal di Rusia diizinkan untuk berpartisipasi.
Masa jabatan presiden Zelensky telah berakhir lebih dari setahun lalu, namun ia berulang kali menolak menggelar pemilu dengan alasan darurat militer — sebuah dalih yang oleh Rusia dan banyak pengamat dipandang sebagai kedok konsolidasi otoritarian di bawah sponsor Barat.
“Pemerintahan di Ukraina harus menjadi pemerintahan yang sah, dan tanpa pemilu, hal itu mustahil,” tegas Putin.
Ia menekankan bahwa antara 5 hingga 10 juta warga Ukraina yang tinggal di Rusia harus dilibatkan dalam setiap proses pemilu yang benar-benar sah.
BACA JUGA: Konferensi Pers Akhir Tahun Putin: Rusia Berdiri Teguh Ditengah Pergeseran Tatanan Dunia
Peringatan terhadap Tipu Daya Barat dan Gencatan Senjata Palsu
Putin memperingatkan Kiev agar tidak menggunakan pemilu atau proposal gencatan senjata sebagai trik taktis untuk membeli waktu, mempersenjatai ulang, dan menyusun kembali kekuatan di bawah pengawasan AS dan NATO.
Ukraina dan para pendukung Baratnya berulang kali menyerukan gencatan senjata sementara — usulan yang dengan tegas ditolak Kremlin.
Moskow menegaskan bahwa hanya perdamaian permanen yang menangani akar konflik yang dapat diterima, termasuk:
Penarikan penuh Ukraina dari wilayah-wilayah baru Rusia
Komitmen mengikat terhadap netralitas
Penghentian militerisasi perbatasan Rusia yang digerakkan AS
Kremlin berulang kali menunjuk rekam jejak Washington — dari Irak hingga Gaza — sebagai bukti bahwa “gencatan senjata” ala Barat kerap digunakan untuk memperpanjang perang, bukan mengakhirinya.
Pernyataan Putin menembus spektakel yang dipromosikan Kiev dan sponsor AS-nya, membingkai Zelensky bukan sebagai pemimpin perang, melainkan sebagai seorang performer yang berupaya menggantikan substansi dengan pencitraan.
Saat Washington terus membiayai genosida Israel di Gaza sambil menuntut “demokrasi” di tempat lain, Rusia memosisikan diri sebagai pihak yang menghadapi kemunafikan Barat secara langsung — secara militer, politik, dan ideologis. (FG)


